Ruteng Dalam Bingkai

Fotografer

Kaka Ited

“Memotret Ruteng, Menjaga Ceritanya”

Di tengah hiruk-pikuk Ruteng, ada seseorang yang memilih untuk berhenti sejenak, mengangkat kamera, lalu mengabadikan apa yang sering kali luput dari perhatian kita.

Dia adalah Kaka Ited, seorang fotografer senior di Kota Ruteng.

Perjalanannya bersama kamera telah membawanya ke begitu banyak cerita. Ia pernah mengabadikan kebahagiaan pasangan dalam pernikahan, merekam berbagai kegiatan gereja, mendokumentasikan aktivitas komunitas, hingga hadir di tengah beragam peristiwa dan kehidupan masyarakat. Baginya, fotografi bukan sekadar soal menghasilkan gambar yang indah. Ada cerita, manusia, dan kenangan yang ingin disimpan di balik setiap jepretan.

Namun belakangan, kamera Kaka Ited menemukan arah yang semakin personal: Ruteng dan segala cerita di dalamnya.

Ia setia menyusuri sudut-sudut kota, merekam jalan, bangunan, aktivitas warga, wajah-wajah yang ditemuinya, juga hal-hal sederhana yang mungkin bagi sebagian orang terlihat biasa. Melalui lensanya, Ruteng seperti diajak bercerita dengan caranya sendiri—tentang kehidupan yang berjalan, tentang perubahan, tentang kenangan, dan tentang sebuah kota yang terus tumbuh tanpa pernah benar-benar meninggalkan masa lalunya.

Di luar dunia fotografi, Kaka Ited adalah seorang ASN, seorang ayah, sekaligus bagian aktif dari Komunitas Saeh Go Lino Ruteng. Di komunitas, ia bukan hanya rekan, tetapi juga seorang senior yang menjadi tempat belajar dan berbagi bagi teman-teman yang lebih muda.

Kehadirannya mungkin tidak selalu banyak bicara. Namun kamera yang dibawanya telah menjadi semacam bahasa: bahasa untuk mencintai kota, menghargai manusia, dan menyimpan potongan-potongan waktu agar kelak masih bisa dikenang.

Sebab pada akhirnya, sebuah foto bukan hanya tentang apa yang terlihat.

Ia adalah tentang apa yang pernah terjadi, siapa yang pernah hadir, dan cerita apa yang ingin kita wariskan.

Dan melalui kameranya, Kaka Ited sedang melakukan itu—
memotret Ruteng, satu cerita demi satu cerita.